Mutiara-Mutiara Jenderal Hugeng

Polri adalah Pengayom Masyarakat, bukan penjahat Masyarakat

      

 

Sumpah Dan Janji Anggota Polri

DEMI ALLAH, SAYA BERSUMPAH / BERJANJI :

BAHWA SAYA, UNTUK DIANGKAT MENJADI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, AKAN SETIA DAN TAAT SEPENUHNYA KEPADA PANCASILA, UNDANG – UNDANG DASAR TAHUN 1945 , TRI BRATA, CATUR PRASTYA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA SERTA PEMERINTAH YANG SAH.
BAHWA SAYA, AKAN MENTAATI SEGALA PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN YANG BERLAKU DAN MELAKSANAKAN KEDINASAN DI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG DIPERCAYAKAN KEPADA SAYA DENGAN PENUH PENGABDIAN, KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB.
BAHWA SAYA, AKAN SENANTIASA MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN NEGARA, PEMERINTAH DAN MARTABAT ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, SERTA AKAN SENANTIASA MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA DARI PADA KEPENTINGAN SAYA SENDIRI, SESEORANG ATAU GOLONGAN.
BAHWA SAYA, AKAN MEMEGANG RAHASIA SESUATU YANG MENURUT SIFATNYA ATAU MENURUT PERINTAH HARUS SAYA RAHASIAKAN.
BAHWA SAYA, AKAN BEKERJA DENGAN JUJUR, TERTIB, CERMAT DAN BERSEMANGAT UNTUK KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN TIDAK AKAN MENERIMA PEMBERIAN BERUPA HADIAH DAN / ATAU JANJI – JANJI BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEKERJAAN SAYA

 

Polri adalah lembaga negara yang memiliki tugas dan tanggung jawab atas pengayomannya kepada masyarakat, dan sampai sekarang citra Polri masih dipertanyakan banyak masyarakat Indonesia, sudahkah Polri benar menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya kepada masyarakat negara ini ?

Tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sejak Proklamasi. Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan kompleks. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang, Polri juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajah dan berbagai operasi militer bersama-sama kesatuan bersenjata yang lain. Keadaan seperti ini dilakukan oleh Polri karena Polri lahir sebagai satu-satunya kesatuan bersenjata yang relatif lebih lengkap.

Hanya empat hari setelah kemerdekaan, tanggal 21 Agustus 1945, secara tegas pasukan polisi ini segera mengganti nama menjadi Pasukan Polisi Republik Indonesia yang sewaktu itu dipimpin oleh Inspektur Kelas I Polisi Mochammad Jassin di Surabaya, langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotisme seluruh rakyat maupun persatuan bersenjata lain yang patah semangat akibat kekalahan perang yang panjang.

Tanggal 29 September 1945 tentara Sekutu yang di dalamnya juga terdapat ribuan tentara Belanda menyerbu Indonesia dengan alasan ingin menghalau tentara Jepang dari negara tersebut. Pada kenyataannya pasukan Sekutu tersebut justru ingin membantu Belanda menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu perang antara sekutu dengan pasukan Indonesia terjadi di mana-mana. Klimaksnya terjadi pada tanggal 10 November 1945, yang dikenal sebagai “Pertempuran Surabaya”. Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Pahlawan secara Nasional yang setiap tahun diperingati oleh rakyat Indonesia.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi sangat penting dalam sejarah Indonesia, bukan hanya karena ribuan rakyat Indonesia gugur, tetapi lebih dari itu karena semangat perwiranya mampu menggetarkan dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih melihat eksisnya bangsa dan negara Indonesia di mata dunia. Kini tugas Polri yang utama ialah menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri, Polri juga semakin sibuk dengan berbagai operasi, seperti Operasi Ketupat menjelang Idul Fitri, Operasi Lilin menjelang Natal, dan lain-lain.

Sementara itu Organisasi Polri disusun secara berjenjang dari tingkat pusat sampai ke kewilayahan. Organisasi Polri Tingkat Pusat disebut Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri); sedang organisasi Polri Tingkat Kewilayahan disebut Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda).

Dan Polri adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

 

 


Polri berkewajiban memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam kehidupannya, terutama pada keamanan dan ketertiban dalam penegakan hukum yang adil dan kedisiplinan

Namun sangat memprihatinkan sekali Polri hingga saat ini masih memiliki tugas yang timpang tindih dan sangatlah membingungkan diri dari pihak Polri itu sendiri, termasuk bagi masyarakat luas juga memandang tugas Polri terlalu berlebihan, artinya terlalu banyak tanggung jawab yang harus dilaksanakan kesatuan Polri ini. Sehingga pada akhirnya banyak penyimpangan dan keteledoran yang terjadi pada tubuh Polri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya terhadap pelayanan ke masyarakata.

Seperti kita ketahui Polri memiliki tugas yang begitu berat dalam berbagai tugas dan tanggung jawabnya, sehingga sampai-sampai terkadang dilapangan sering terjadi Over Acting. Bahkan tidak sedikit sering terjadi banyak kesalahan dalam menangani kasus-kasus di masyarakata. Kasus salah tangkap maupun kasus salah tembak, bahkan sampai dengan kasus yang melibatkan soal anggaran negara, dan lain sebagainya. Sungguh memprihatinkan sekali kondisi Polri kita ini.

 

Unsur Pelaksana Tugas Pokok terdiri dari:

  • Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri maupun guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.
  • Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik, dalam rangka penegakan hukum. Dipimpin oleh seorang Komisaris Jenderal (Komjen).
  • Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.
  • Korps Brigade Mobil (Korbrimob), bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi, dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri.
  • Korps Lalu Lintas (Korlantas), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, serta mengadakan patroli jalan raya.
  • Biro Operasi Polri, bertugas untuk mengirimkan pasukan Brimob, Sabhara, Samapta, Satlantas, (Jihandak/Penjinak Bahan Peledak, bila diperlukan) serta sebuah tim intelijen jika ada demonstrasi, sidang pengadilan, pertemuan tingkat tinggi, perayaan hari besar oleh kelompok masyarakat, atau peresmian oleh kepala pemerintahan, kepala negara, ketua MPR, atau ketua DPR dengan mengirimkan surat tugas kepada Biro Operasi Polda setempat, Biro Operasi Polres setempat, dan Polsek setempat.
  • Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri (Densus 88 AT), bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan, dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terorisme.
  • Detasemen Khusus Anti Anarkis Polri sedang dalam pembicaraan para perwira tinggi Polri.

 

Polri itu bukan penjahat bagi masyarakat, akan tetapi jadilah Polri itu adalah pembasmi kejahatan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Bertindaklah sebelum ada laporan terjadinya kejahatan, itu baru namanya Polri (ilustrasi: Syaifud Adidharta)

 

Sementara itu pelaksanaan tugas pokok Polri yang tersebut diatas sampai saat ini masih memiliki 7 (tujuh) tugas pokok yang masih berjalan. Akan tetapi seharus dari ke 7 tugas pokok tersebut, ada 2 (dua) tugas pokok yang terdaftar yang tidak perlu dilibatkan ke Polri, seperti soal Lalu Lintas dan penanganan kasus terjadinya  separatisme dan terorisme, atau soal lain yang mengancam kesatuan negara ini (Subversif).

Untuk penanganan bidang kedisiplinan dan penertiban Lalu Lintas serta soal-soal yang berhubungan dengan kendaraan, seperti pembayaran pajak kendaraan, SIM, STNK maupun BPKB, seharusnya ditangani oleh Dinas LLAJR dibawah naungan Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Karena hal ini jelas berhubungan langsung dengan perhubungan dan trasnportasi.

Sedangkan untuk penanganan bidang keamanan nasional dan teritorial yang berkaitan dengan adanya tindakan teroris maupun Subversif, alangkah baiknya langsung ditanggung jawabkan kepada TNI saja. Jelas TNI memiliki tugas pokok untuk menjaga keutuhan dan ketahanan nasional kepada persatuan bangsa ini dari Sabang Sampai Merauke.

Dan bagi Polri sendiri harus berkonsetrasi kepada unsur-unsur tugas pokonya yang lebih utama, yaitu :

  • Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri maupun guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.

 

  • Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik, dalam rangka penegakan hukum. Dipimpin oleh seorang Komisaris Jenderal (Komjen).

 

  • Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.

 

 

  • Korps Brigade Mobil (Korbrimob), bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi, dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri.

 

 

  • Biro Operasi Polri, bertugas untuk mengirimkan pasukan Brimob, Sabhara, Samapta, Satlantas, (Jihandak/Penjinak Bahan Peledak, bila diperlukan) serta sebuah tim intelijen jika ada demonstrasi, sidang pengadilan, pertemuan tingkat tinggi, perayaan hari besar oleh kelompok masyarakat, atau peresmian oleh kepala pemerintahan, kepala negara, ketua MPR, atau ketua DPR dengan mengirimkan surat tugas kepada Biro Operasi Polda setempat, Biro Operasi Polres setempat, dan Polsek setempat.

Selain itu perlu diperhatikan pula Polri jangan dilibatkan kepada tugas-tugas yang berhubungan dengan kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini, biarkanlah kasus-kasus korupsi itu di khususkan ditangani oleh lembaga yang terkait dan kompeten yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia.Polri cukup bertanggung jawab kepada tugas-tugas pokok pelayanan dan keamanan masyarakat dalam soal tindakan kriminalitas lainnya seperti, Narkoba, Miras, Penyelundupan, Pembunuhan, Pelanggaran Hak Azasi Manusia dalam hal kekerasan dan pencurian/perampokan. Juga Polri tetap diberikan tanggung jawab dalam upaya pembinaan kepada masyarakat soal kedisiplinan dan keamanan bersama di dalam lingkungan bermasyarakat serta keamanan lain yang berhubungan soal SARA.

Selain itu Polri sendiri harus benar-benar ikhlas melaksanakan reformasinya didalam tubuh Polri itu sendiri, hal ini sangatlah wajib bagi Polri, agar citra Polri itu sendiri semakin membaik dimata masyarakat Indonesia seutuhnya. Polri bukanlah sebuah lembaga negara yang harus ditakuti masyarakat, tetapi Polri haruslah sebagai lembaga negara yang disegani dan hargai masyarakat atas kebibawaannya dalam pengayomannya ditengah-tengah masyarakat Indonesia itu sendiri.

Jangan terjadi lagi kasus maupun peristiwa KPK Vs POLRI yang belum lama ini terjadi. Polri wajib menjadi lembaga negara yang bersih, jujur, manusiawi dan bermartabat. Jauhi segala tindakan korupsi maupun penyelewengan lainnya yang dapat merugikan negara Indonesia ini. Polri pasti bisa lebih baik dan lebih dihargai bagi segenap rakyat Indonesia. Maju terus Polisi Republik Indonesia untuk NKRI seutuhnya !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s