Lika-Liku Penguasa Nusantara

Sejarah Indonesia membuktikan bahwa hukum Tuhan sangat adil. Barang siapa didalam kehidupannya selalu berbuat kebaikan maka orang tsb akan menerima balasan atas kebaikannya, tapi sebaliknya barang siapa didalam kehidupannya selalu berbuat dusta serta tipu daya dengan penuh intrik dan rekayasa maka orang tsb akan menerima ganjaran yg setimpal atas perbuatannya. Kalau dalam agama Hindu terkenal dgn nama “Hukum Karma”

Apakah Hukum Karma itu memang ada?

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Presiden Soekarno dijatuhkan Suharto, padahal saat itu Soekarno telah dinobatkan sebagai Presiden seumur hidup, berawal dari carut marutnya ekonomi indonesia saat itu, inflasi yg mencapai lebih dari 100%, dilanjutkan dgn peristiwa G30S sebuah rekayasa konspirasi politik antara CIA dan Soeharto, akhirnya kekuasaan Soekarno yg begitu absolut dan sudah digenggam +/- 21 tahun, akhirnya harus diserahkan secara paksa ke tangan Soeharto yg pada saat itu menjabat sebagai pangkostrad, dgn cara memaksa Soekarno menanda tangani surat perintah 11 Maret yg dikenal dgn nama (Super Semar). Dalam peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto semua dilakukan oleh orang2 kepercayaan Soekarno.

 
Saat itu seluruh negeri dilanda demonstrasi mahasiswa secara besar2an sampai harus memakan korban seorang mahasiswa yg namanya sekarang di abadikan yaitu Arif Rahman Hakim, dan juga terjadi kerusuhan anti Cina di beberapa kota.
Singkat cerita Sekarno jatuh, dan diakhir hayatnya Soekarno hidup dalam kesepian, status hukumnya tidak jelas apakah dia bersalah atau tidak terhadap bangsa ini?
Tibalah saatnya Soeharto memimpin negeri ini selama +/- 32 tahun menggunakan kekuasaan yg sangat absolut dan juga menghalalkan segala cara utk melanggengkan kekuasaannya, sampai menjelang diakhir kekuasaan Soeharto, negeri ini juga dilanda krisis ekonomi, sehingga menimbulkan gelombang ketidak percayaan rakyat terhadap kepemimpinan Soeharto, lalu dia juga dijadikan musuh bersama dgn penggalangan demonstrasi mahasiswa secara besar2an diseluruh Indonesia dan telah memakan sejumlah korban mahasiswa yg terkenal dgn nama peristiwa Trisakti dan Semanggi.

Sampai akhirnya Soeharto juga harus menyerahkan kekuasaannya secara terpaksa kepada BJ. Habibie yg pada saat itu menjabat sebagai wakil Presiden dan orang yg sangat dipercaya oleh Soeharto pada zamannya, dgn melalui cara semua menteri kabinet yg nota bene adalah anak asuh Soeharto, membuat mosi tidak percaya dan menanda tangani surat pengunduran diri dari kabinet yg dibentuk oleh Soeharto. Konsep surat tsb dibuat oleh Akbar Tanjung lalu diserahkan ke Soeharto, kemudian dgn dasar surat tsb Soeharto dipaksa lengser atau “dilengserkan” setelah itu kekuasaan beralih ketangan BJ. Habibie.

Di akhir hayatnya Soehartopun hidup dalam kesepian dan juga status hukumnyapun tidak jelas apakah bersalah atau tidak terhadap bangsa ini?

Dari rangkaian cerita diatas tadi jelas bahwa Hukum Karma itu ada, buktinya apa yg telah dikerjakan oleh Soeharto sewaktu mengambil kekuasaan dari Soekarno, karena dgn cara penuh dusta, tipu muslihat serta rekayasa politik maka akhirnya Soeharto mendapatkan ganjaran yg setimpal, terbukti sewaktu dia jatuh dari kekuasaanya mengalami keadaan yg sama seperti keadaan Soekarno pada saat itu.

Yaitu dia dijatuhkan oleh orang2 kepercayaannya, dan dgn cara yg sama, diawali krisis ekonomi, lalu demo dan korban dari mahasiswa serta yg melengserkan dari kekuasaannya adalah orang2 dekat atau orang kepercayaannya.

Selanjutnya BJ. Habibie memimpin negeri ini, berkat bantuan rekayasa politik beberapa menteri kabinet yg pada saat itu dipimpin Akbar Tanjung.

Tapi ironisnya dalam akhir jabatannya BJ. Habibie dilengserkan juga oleh Akbar Tanjung yg saat itu menjabat ketua DPR dgn cara menolak pidato pertanggung jawaban BJ. Habibie selama memerintah negeri ini.

Ini juga satu bukti bahwa Hukum Karma itu berlaku, coba kita bayangkan karena BJ. Habibie mengambil kekuasaan dari Soeharto itu dgn cara penuh rekayasa politik maka dia harus menerima ganjaran yg setimpal, dan kejadiannya sangat ironis BJ. Habibie waktu naik jadi orang no. 1 di negeri ini dibantu oleh Akbar Tanjung selanjutnya yg memberhentikan dia sebagai orang no. 1 di negeri ini juga oleh orang yg sama yaitu Akbar Tanjung.

Dan kita bisa melihat karir politik dari Akbar Tanjung sendiri, karena selama berpolitik selalu memakai cara tipu muslihat dan penuh rekayasa maka dalam karir politiknya boleh dikatakan tidak sukses bahkan hampir masuk bui.

Waktu pilpres 2004 lalu dia merekayasa membuat konvensi partai Golkar yg tujuannya supaya dia bisa menjadi pemenang konvensi tsb, tetapi akhirnya dia dikalahkan oleh Wiranto yg nota bene bukan sebagai kader Golkar dan Akabar Tanjung sendiri pada saat itu menjabat sebagai ketua Golkar, tapi karena semua itu adalah rekayasa politik yg dibuatnya, akhirnya dia harus menelan pil pahit, kalah dalam konvensi.

Dalam perjalanan pilpres 2009 ini, dia berusaha ngemis jabatan ke-mana2 tapi hasilnya tidak ada satupun capres yg mau berpartner dgn dia.

Belakangan lawan2 politiknya menjuluki dia sebagai “Brutus” betapa tidak dia sebagai orang yg dipercaya oleh 2 mantan Presiden yaitu Soeharto dan BJ. Habibie tapi akhirnya ke dua mantan Presiden tsb harus melepaskan kekuasaannya karena ulah dari seorang Akbar Tanjung.

Selanjutnya hasil pemilu 1999 menghasilkan partai PDIP pimpinan Megawati Soekarno Putri sebagai pemenang pemilu, sudah seyogyanya Megawati menjadi Presiden berikutnya, karena jabatan Presiden saat itu masih ditentukan oleh jumlah suara yg ada di parlemen belum berlaku pemilihan langsung oleh rakyat, tapi saat itu muncul istilah asal bukan Mega, dibentuklah koalisi partai poros tengah yg diprakarsai oleh Amien Rais utk memenangkan voting suara di parlemen dan mengangkat Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden RI ke 4, dan Megawati sebagai wakil Presiden.

Tapi nasib Gus Dur tidak jauh berbeda dgn BJ. Habibie hanya mampu bertahan +/- 2 tahun, yg akhirnya Gus Dur kembali dipaksa oleh Amien Rais, yg waktu itu sebagai ketua MPR utk menyerahkan kekuasaannya kepada Megawati.

Gus Dur Sakit DM

Cerita diatas menunjukan bahwa Hukum Karma telah berjalan. Karena Gus Dur mengambil kekuasaan yg bukan haknya, karena sesungguhnya jabatan tsb haknya Megawati, tapi diambil dgn cara merekayasa politik yg di prakarsai oleh Amien Rais, maka dia harus menerima hukuman yg setimpal dan ironisnya dia diturunkan juga oleh Amin Rais dgn cara merekayasa politik juga.

Disini kita juga bisa melihat seorang Amien Rais yg oleh para pendukungnya selalu dibanggakan sebagai bapak reformasi, tapi karena sepak terjangnya selalu penuh dgn intrik dan rekayasa maka akhirnya publik diberikan penglihatan yg jelas bagaimana seorang Amien Rais yg dimata para pendukungya dianggap sebagai seorang yg idealis, ternyata tidak lebih daripada seorang yg munafik.

Betapa tidak, Amien Rais yg terkenal peka terhadap keadaan bangsa dan negara dan selalu mengkritisi kebijakan2 pemerintahan SBY, tapi akhirnya dia rela mengorbankan partai dan idealismenya yg sudah dia bina selama ini hanya semata demi sebuah jabatan wapres utk kader partainya, lalu dia memilih bergabung dan mendukung SBY di pilpres bulan July mendatang, tapi ironisnya lagi jabatan wapres yg diinginkannya itu tidak terkabulkan, karena SBY hanya memberikan sebatas janji saja.

Saya bisa merasakan betapa kecewanya seorang Amien Rais sehingga dia membuat keputusan kepada kader pertainya utk pilpres yg akan datang bebas memilih capres yg mana saja. Itulah Hukum Karma yg harus diterima oleh Amin Rais karena dalam karir politik penuh dgn kebohongan dan rekayasa maka dia harus menerima hukuman yg setimpal yaitu dibohongi SBY.

Bagaimana dgn karir politiknya SBY ?


Mari kita lihat bersama.
Waktu SBY mau maju mencalonkan diri jadi capres utk pemilu 2004, dia merekayasa bahwa dirinya se-olah2 dizalimi oleh Megawati, sehingga SBY bisa menarik simpatik rakyat utk memilih dia sebagai Presiden RI yg ke 6.

Singkat cerita SBY memenangkan pemilu 2004 dan dia dilantik menjadi Presiden RI yg ke 6.
Begitu selesai dilantik timbul bencana alam Nabire, lalu disusul bencana alam Tsunami, bencana alam Jogja, bengawan solo, lumpur lapindo, belum lagi bencana2 lain yg jumlahnya mungkin mencapai ratusan.

Dan selama memerintah SBY boleh dikatakan tidak mempunyai prestasi yg bisa dibanggakan karena sibuk dgn pencitraan, dan menjaga image, ini diakui juga oleh kader partai Demokrat Anas Urbaningrum yg pada satu kesempatan dia menceritakan kenapa partai Demokrat bisa memenangkan pileg 2009 kemarin, itu karena persiapan dan hasil kerja keras selama 3 tahun.

Kita bisa bayangkan jadi selama 4.5 tahun SBY memerintah negeri ini, diantaranya 1.5 tahun dihabiskan utk menanggulangi bencana alam sisanya 3 tahun sibuk mempersiapkan diri utk pemilu 2009, jadi tidak mengherankan kalau seorang SBY bisa tertipu oleh Joko Suprapto seorang pemuda dari kabupaten nganjuk tentang teknologi energy terbarukan yg bernama “Blue Energy”.

Juga bibit padi unggul “Super Toy”. Karena selama ini SBY belum merasa sudah jadi Presiden, maka sejak 3 tahun lalu praktis tidak bekerja hampir semua urusan ekonomi diserahkan ke JK. SBY sendiri sibuk kampanye terselubung dgn segala cara.

Yaitu membangun pencitraan menjaga image utk menghadapi pilpres tahun 2009 ini, termasuk sibuk merancang strategi utk memenangkan partai Demokrat di pileg kemarin dgn menghalalkan segala cara, dari mulai memilih anggota2 KPU yg sangat tidak kredibel sampai mendesign kecurangan DPT yg sangat massif, sehingga akhirnya dipileg yg baru lalu partai Demokrat keluar sebagai pemenang.

Selanjutnya kebohongan dan rekayasa apa lagi yg dilakukan SBY utk menghadapi pilpres yg akan datang.

Mari kita kupas satu per satu.

Pertama Rekayasa Time
Merekayasa majalah Time utk mamasukan nama SBY sebagai salah satu dari 100 orang yg berpengaruh dimuka bumi ini, dan tidak tanggung2 beliau menempati urutan no. 9 diatas Presiden Amerika Husein Barrack Obama.

 

Tapi dalam kenyataannya kita terpaksa harus menerima pelecehan kedaulatan, negara kita. Di injak2 oleh negara tetangga kita yaitu Malaysia. Dari mulai kasus penyiksaan para TKI kita sampai ke kasus Ambalat. Kalau SBY adalah salah satu orang yg sangat berpengruh di dunia ini apa mungkin negara tetangga bisa seenaknya melecehkan kedaulatan kita?

Kedua Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan korupsi yg dibanggakan sebagai keberhasilan SBY, mungkin sebagian masyarakat mengacungkan jempol atas prestasi ini.

Akan tetapi apa yang sesungguhnya terjadi adalah SBY menghalakan segala cara demi meraih pencitraannya.

Dia tega mengorbankan besannya masuk penjara hanya utk mengangkat popularitas dirnya. Tapi sebaliknya dia juga bisa melepaskan tersangka kasus korupsi, karena orang2 ini dinilai penting bisa mendukungnya utk meraih kekuasaan. Contohnya Fadel Muhamad tersangka korupsi lalu di SP3 hanya karena yg bersangkutan bersedia menjadi salah satu tim suksesnya SBY.

Begitu pula seorang kader partai Demokrat yg namanya Jhoni Allen sudah jelas2 terlibat korupsi dgn kader partai PAN yg sudah dipecat yaitu Abdul Hadi Jamal, sampai saat ini masih bebas berkampanye ke-mana2, konon kabarnya Jhoni en adalah salah satu mesin ATM nya Cikeas.

Ketiga Memecah Belah 7 Partai
Memecah belah 7 partai politik besar peserta pemilu, dengan cara melobi sejumlah elite2 dari partai tsb, mereka semua dijanjikan jabatan menteri dan sebagainya, sehingga sebagian dari para elite membelot dari partainya dan mendukung SBY utk pilpres 8 July mendatang.

Seperti kita ketahui bahwa pada umumnya para politisi kita itu kebanyakan diisi oleh orang2 munafik dan oportunis, jadi gampang sekali dia-iming2, baik itu dalam segi materi maupun jabatan.

Kita bisa melihat dgn kasat mata siapa saja politisi yg ada di belakang SBY :

(1) ketua PKS Tifatul Sembiring, yg tadinya menentang keras atas pencalonan Budiono sebagai wapresnya SBY, tapi akhirnya berbalik jadi mendukung, hanya karena materi dan jabatan semata, peristiwa ini dipertontonkan kepada publik melalui siaran televisi dgn sangat vulgar. Bagaimana PKS yg dulunya dipuji sebagai salah satu partai yg sangat menjujung moral dan idealisme yg tinggi ternyata hanya sekedar topeng belaka aslinya sekarang baru kelihatan nyata.

(2) Ketua umum PPP Surya Dharma Ali yg pada awal selesai pileg selalu mengatakan bahwa pemilu ini curang dan mencoba mencari dukungan partai2 besar utk membongkar kecurangan tsb. Akan tetapi akhirnya bertekuk lutut pula dikaki SBY. Konon ceritanya hanya karena SBY mau mengembalikan modal yg sdh di keluarkan utk kampanye pileg yg baru lalu. Lagi2 hanya karena masalah materi dan jabatan dgn seketika orang bisa berbalik pandangan, rela menjual kepribadian serta idealismenya.

(3) Ketua umum PNBK Erros Jarot yg sebelumnya dgn gigih menentang kebijakan2 pemerintahan SBY, bahkan sempat bergabung dgn Rizal Ramli bahkan sempat mendukung Rizal utk menjadi presiden. Akan tetapi pada kenyataannya sekarang balik badan menjadi salah satu tim sukses pasangan Sby-Budiono. Konon kabarnya hanya karena Cikeas membantu mensponsori penerbitan album dia yang terbaru. Padahal publik selama ini menilai Erros adalah seorang yg sangat idealis tapi pada kenyataanya ternyata hanya seorang munafik.

(4) Ketua pembina PAN Amien Rais, mungkin kita tidak perlu membahasnya lagi, karena sudah kita jelaskan di bab atas tadi.

(5) Ketua Barnas Akbar Tanjung. Sama juga tadi diatas sudah kita bahas.

Lalu ada sejumlah ketua partai gurem seperti. Bursah Syarnubi, Daniel hutapea, Alex Asmasubrata, dst ditambah lagi sejumlah nama yg ada di tim suksesnya seperti Hayono Isman, Ruhut Sitompul, Fadel Muhamad dst Yg semuanya mempunyai catatan sebagai orang2 yg oportunis dan munafik.

Jadi kesimpulannya orang2 yang mempunyai sifat2 seperti pembohong, munafik tukang rekayasa pasti akan memilih teman sesama sifatnya, itu sudah menjadi dalil didalam agama apapun. Saya suka menganalogikan, seperti uang yg dikumpulkan dibank, yg nominal Rp. 1000 pasti dikumpulkan dgn kelompok Rp. 1000 juga, begitu pula seterusnya yg nominal Rp. 5000, 10.000, s/d 100.000. Sudah pasti akan dikelompokan dgn nilai nominal yg sama.

Keempat Kebohongan SBY
Kebohongan SBY mengenai keinginan dia mengkerdilkan KPK yg dinyatakan sewaktu dia berkunjung ke kantor redaksi Kompas, hanya selang beberapa hari dia menyatkan sebaliknya bahwa sesungguhnya pernyataanya tidak sperti itu, tapi saya kira publik sudah kadung tahu, bahwa SBY pintar bersilat lidah, seperti waktu debat capres sesi ke 2, yg mana JK mengingatkan SBY tentang jinglenya Indo mie, karena Indo Mie itu 90% lebih bahan bakunya terbuat dari gandum, dan ini sangat merugikan petani kita, karena gandum ini 100% di impor dari negara2 penghasil seperti China, Amerika, India dsbnya, karena iklim negara kita tidak bisa dipakai utk tanam gandum.

Akan tetapi SBY tega2nya berbohong didepan rakyatnya sendiri sambil mengatakan “mie yg dimakan JK memang semua terbuat dari gandum, tapi mie yg saya makan bahan bakunya terbuat dari singkong, sagu dan sukun jadi petani untung” saya rasa seluruh bangsa ini tahu mana ada indo mie yg dibuat memakai bahan baku singkong, sagu dan sukun.

Saking ingin menutupi malunya, tidak segan2 SBY berbohong, bisa kita bayangkan didepan ratusan juta rakyatnya yg sedang nonton tv saja dia mampu atau tega berbohong, apalagi kalau tidak didepan publik.

Kelima Rekayasa Survey & Polling TV
Merekayasa hasil survei satu putaran dan hasil pooling debat capres cawapres di stasiun tv yg menyelenggarakan hasil pooling tsb. Tapi karena ini adalah sebuah rekayasa, maka tanpa di sengaja kecurangan tsb dibongkar oleh pelakunya.

Seperti kata Jeffry Geofany salah seorang tim sukses dari JK- Wiranto bahwa dia mendengar langsung dari salah satu tim sukses SBY-Budiono bahwa polling 2 tsb memang sudah diblok oleh mereka dgn mengeluarkan dana sebesar 20 juta.

Supaya hasil pollingnya nanti tetap SBY sebagai pemenangnya, bisa dibayangkan kalau hal kecil ini SBY sudah melakukan kecurangan apalagi dgn hal yg besar sudah bisa dipastikan akan melakukan kecurangan.

Keenam KKN SBY
Mengaku dirinya bersih dan meyindir lawan2nya melakukan praktek KKN, padahal sebaliknya dia sendiri yg melakukan KKN, dari mulai mengangkat tim sukses SBY-Budiono dibawah kendali Malarangeng bersaudara.

Lalu menyiapkan anaknya yg bernama Eddie Baskoro sebagai calon pewaris tongkat estafet di partai Demokrat, lalu mengangkat saudara ipar ( Hadi UTOMO) sebagai ketua Umum partai Demokrat, mengangkat saudara ipar menjadi Dirut BNI ( Gatot Suwondo ) dan masih banyak kerabat, tim sekoci yg ditempatkan di BUMN2 menjabat sebagai Komisaris.

Belum lagi KKN antara keluarga Ani Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa di Power Tel yg selalu mendapatkan proyek serta kemudahan2 pada waktu Menteri Perhubungan masih dijabat oleh Hatta Rajasa.

Ini semua membuktikan bahwa SBY senang menyindir bahkan setengah menuduh lawan2nya, tapi dia lupa bahwa dia sendiri tidak bersih dan sudah melakukan praktek2 KKN dari sejak dia menjadi Presiden.

Masih banyak ke-bohongan2 SBY yg lain tidak kita bahas disini, karena terlalu panjang, mungkin kita bisa lanjutkan pada tulisan yang akan datang.

Pertanyaannya dari semua cerita tadi, tentang segala kebohongannya SBY yg penuh intrik dan tipu muslihat serta rekayasa politik, apakah akan mendapatkan hukuman yg setimpal “Hukum Karma” sudah tentu jawabannya adalah P A S T I !!!

Seperti kata pepatah “Barang siapa menebar angin siap menuai badai”

Mari kita saksikan nanti akhir perjalanan politik SBY akan seperti apa jadinya.

Akhir kata saya menghimbau kepada seluruh simpatisan SBY yg masih punya hati nurani supaya berpikir tujuh kali lalu bertobat, agar tidak menyesal dikemudian hari. Karena dalilnya jelas barang siapa terlibat atau ikut mendukung ke zaliman maka siap2 menerima adzab dari Allah swt. Tuhan yg Maha Kuasa.

Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat bagi seluruh bangsa Indonesia tercinta. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s