Rizal Ramli, dari Era Gus Dur ke Jokowi

rizal ramli

Metrotvnews.com, Jakarta: Rizal Ramli resmi menggantikan Indroyono Soesilo sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal memulai karirnya sebagai aktivis sebelum menjadi ekonom.

Tamat SMA, Rizal masuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun-tahun kedua kuliah di ITB, ia kerap terlibat dalam kehidupan diskusi-diskusi di Dewan Mahasiswa, yang bersinggungan dengan dunia politik. Rizal terpilih sebagai Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB pada 1977. Setahun kemudian ia terpaksa mendekam di Penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu setengah tahun, akibat memprotes pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden.

Selesai kuliah di ITB ia mengikuti program ASEAN Studies di Universitas Sophia, Jepang. Kemudian berlanjut ke program master ekonomi di Universitas Boston, AS, dan dirampungkannya pada 1982. Rizal mendapatkan gelar doktor di universitas yang sama.

Bersama beberapa kawannya Rizal mendirikan Econit, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri, dan perdagangan. Econit pula yang pertama kali membongkar sekaligus mengkritik penjualan modal yang dilakukan Liem Sioe Liong atas sebagian besar saham PT Indofood pada 1997. Rizal pula yang kemudian menohok Robby Tjahjadi bahwa kreditnya yang sangat besar untuk Kanindotex tidak akan terkucur kalau tidak ada kolusi dengan pejabat bank.

Tidak cukup berkecimpung delam bidang ekonomi dia juga lari ke bidang politik. Ketika gelombang reformasi bergulir, ia — bersama sejumlah tokoh nasional antara lain Amien Rais, Gunawan Mohammad, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Emil Salim, Faisal Basri, dan lain-lain — ikut mendeklarasikan Majelis Amanat Rakyat (MARA), lalu membentuk Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN).

Setelah era reformasi dia ditunjuk menjadi menteri pada era Gus Dur dengan tiga posisi kunci yakni kepala Badan Urusan Logistik (April-Agustus 2000), Menko Perekonomian (Agustus 2000-Juni 2001), dan Menteri Keuangan (Juni-Juli 2001).
SAW

Pengamat komunikasi politik, Tjipta Lesmana menyebut, Presiden Joko Widodo punya strategi buat menggenjot kerja kabinetnya. Salah satunya, dengan memasukan Rizal Ramli sebagai menteri koordinator.

Tjipta menyebut, dirinya merasa kaget dengan masuknya Rizal. Sebab, Tjipta mengenal Rizal ibarat harimau. “Saya curiga Jokowi punya misi terselubung. Dia (Jokowi) masukkan harimau ke dalam kabinet,” kata Tjipta di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2015).

Tjipta menduga, ada kementerian yang susah diatur. Hal itu, kata dia, yang membuat Jokowi jengah dan akhirnya memasukan lelaki yang akrab disapa RR.

“Dia masukkan RR supaya RR yang gebuk-gebukin yang enggak benar,” kata Tjipta.

Doktor Komunikasi Politik UI ini menjelaskan, Rizal dan Jokowi punya pemahaman yang sejalan. Bahkan, dia menilai, Jokowi begitu percaya terhadap Rizal. Hal itu, Tjipta sebut, dibuktikan dengan persetujuan Jokowi untuk mengubah nomenklatur Kementerian Koordinator Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya.

“Bahkan Kementerian PU dan Pertanian sudah masuk di bawah kementeriannya. Artinya, Jokowi sangat percaya kepada RR,” ucap dia.

Meski demikian, Tjipta meminta RR tetap menjaga cara komunikasi politiknya di kabinet. Dia bilang, kritik di depan umum punya waktu sendiri.

“Cuma ini kan masalah kritik terbuka dan kritik tertutup. Awalnya harusnya kritik tertutup dulu. Kalau enggak mempan baru ada kritik terbuka,” tegas dia.

Pengamat Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana meramalkan, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli bakal menghadapi dua nasib. Satu dari dua ramalan bakal dihadapi Rizal di Kabinet Kerja jika dia tetap tak mengubah gaya komunikasi politiknya.

Nasib pertama yang diramal Tjipta Lesmana adalah pemecatan. “Pertama, Rizal akan dipecat karena ada tekanan,” kata Tjipta di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2015).

Tapi, kata Tjipta, bukan tak mungkin Rizal mendapat berkah. Sebab, ramalan kedua dari Tjipta adalah Rizal makin populer. “Kedua Rizal akan terus semakin berkoar dan populer karena kritikannya,” imbuh dia.

Dua ramalan tersebut bukan tanpa sebab. Tjipta menilai, Rizal bukan tipe pejabat yang doyan bungkam. Menurut Tjipta, Rizal adalah tipe orang yang tak tahan berdiam diri melihat polemik. “Rizal tak akan tutup mulut kalau ada masalah serius,” sebut Tjipta.

Tjipta pun mengapresiasi langkah Jokowi menempatkan lelaki yang kerap disapa RR itu sebagai Menko Kemaritiman. Dia berharap RR bisa menjalankan tugas sebagaimana diharapkan banyak masyarakat.

“Sampai detik ini PDIP mendukung RR. Saya berkeyakinan Megawati dan Jokowi pengen Indonesia berubah makanya mereka menempatkan RR,” tutup dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s